
Pada malam 10 September, Polandia mengalami salah satu insiden paling kritis sejak dimulainya perang di Ukraina.
Drone Rusia melanggar wilayah udara Polandia selama serangan besar-besaran terhadap target di Ukraina, memaksa Warsawa meluncurkan jet tempur dan memulai operasi militer untuk mencegat dan menetralkan ancaman tersebut.
+ Pasukan Khusus Ceko menerima Supacat Mk3 Extenda yang tangguh
Komando Operasional Angkatan Bersenjata menyatakan bahwa insiden tersebut merupakan “pelanggaran tanpa preseden terhadap wilayah udara Polandia” dan mengklasifikasikan tindakan itu sebagai “tindakan agresi yang secara langsung mengancam keselamatan warga negara”.
Menurut Menteri Pertahanan, Władysław Kosiniak-Kamysz, Pasukan Pertahanan Teritorial sudah berada di lapangan untuk mencari fragmen UAV yang ditembak jatuh. Ia meminta warga sipil untuk menghindari kontak dengan puing-puing dan segera menghubungi polisi jika menemukannya.
Reaksi pemerintah dan penutupan wilayah udara
Perdana Menteri Donald Tusk secara terbuka mengonfirmasi invasi udara dan jatuhnya drone. Sebagai tanggapan, Polandia menutup sebagian wilayah udaranya, memengaruhi bandara strategis seperti Rzeszów (pusat utama dukungan militer internasional untuk Ukraina), serta Lublin dan Warsawa.
Lalu lintas udara dihentikan “karena adanya aktivitas militer yang tidak direncanakan, demi menjamin keamanan negara”. Jet tempur F-35 dan pesawat pengisian bahan bakar udara terdeteksi oleh FlightRadar24 berpatroli di langit Polandia, sebagai demonstrasi kesiapan pertahanan yang jelas.
Pada malam yang sama, saluran pemantau Ukraina sudah memperingatkan bahwa beberapa drone Rusia bergerak menuju Polandia. Insiden ini semakin meningkatkan ketegangan antara Moskow, Kiev, dan NATO, yang melihat peristiwa tersebut sebagai eskalasi berbahaya dari konflik.
Sumber dan gambar: Militarnyi | X @DowOperSZ. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan telah ditinjau oleh tim editorial.
❗️W wyniku dzisiejszego ataku Federacji Rosyjskiej na terytorium Ukrainy doszło do bezprecedensowego w skali naruszenia polskiej przestrzeni powietrznej przez obiekty typu dron. Jest to akt agresji, który stworzył realne zagrożenie dla bezpieczeństwa naszych obywateli.
Na… pic.twitter.com/w9ygKlRh8V
— Dowództwo Operacyjne RSZ (@DowOperSZ) September 10, 2025
